Yacko Unjukkan Sikap Perlawanan Terhadap Street & Sexual Harassment pada Perempuan

Bulan Juli lalu, rapper wanita yang memulai debutnya dengan singel “So What?” ini kembali menghiasi hip hop tanah air dengan mengunggah video klip terbarunya yang berjudul Hands Off. Adapun Yani Oktaviana, atau yang biasa disebut Yacko ini, kembali berkolaborasi dengan Mardial dalam projectnya tersebut.

Menariknya, dalam lagu Hands Off, Yacko tak hanya menampilkan kualitas musiknya, tetapi juga semangat yang tinggi untuk turut mengambil andil dan bersuara mengenai isu feminisme di Indonesia, terutama dalam perlawanan terhadap street & sexual harassment pada perempuan. Tak hanya itu, Yacko bahkan turut menggandeng 21 wanita lainnya untuk berkecimpung dalam pembuatan video klip ini. Penasaran bagaimana cerita di balik project Yacko kali ini? Yuk simak wawancaranya dengan Hiphopindo.net!

Hai Yacko, seru banget melihat video klip Hands Off, gimana ceritanya nih?

Terimakasih. Video tersebut dirilis sebagai bagian dari movement HandsOff – sebuah bentuk perlawanan terhadap street & sexual harassment.

Berapa lama proses pembuatan lagu dan videoklip Hands Off ini, mulai dari konsep, syuting, hingga editing?

Kalau lagu direkam di akhir April dan dirilis di soundcloud di akhir Mei. Video klip syutingnya di 8 July dan dirilis di 21 Juli. Total 3 bulan lah dari rekaman ke rilis video. Lumayan cepet.

Sepertinya Yacko dan Mardial menemukan banyak kecocokan dalam bermusik, gimana serunya dalam produksi lagu ini?

Kenal Mardial memang sudah sejak lama dan cocok dengan sound-sound yang dia gunakan. Selain itu menurut gue orangnya ngulik banget, dia nggak terpaku di aliran musik tertentu sehingga musik-musik yang dia buat selalu fresh.

Awalnya memang dia kirim musik dulu, setelah gue dengerin, langsung kepikiran banget ini cocok dengan lirik gue yang ini. Dia juga ikut andil memberi masukan-masukan yang positif. Rekaman dilakukan di bedroom studio dia kurang lebih 3 jam. Walaupun bedroom studio tapi peralatannya rekamannya mumpuni loh. Mixing mastering juga dilakukan oleh Mardial sendiri. Gue juga cocok dengan treatment dia di vocal gue.

Behind The Scene Videoklip Hands Off

Behind The Scene Videoklip Hands Off

Siapa saja yg terlibat dalam proses pembuatan lagu dan videoklip ini?

Kalau video klip seperti sudah dilihat juga melibatkan 21 perempuan dengan berbagai karakter dan berbagai profesi. Dan juga disuport oleh komunitas Bersama Project, Mari Jeung Rebut Kembali, Hollaback Jkt dan Lentera ID.  Selain itu Jovan juga dibantu oleh Razi, Glen. Gue juga mengajak Vinodii untuk mengabadikan behind the scene moment. Ditambah lagi gue didukung teman-teman dari Twilo Skate corner yang memperbolehkan gue syuting di situ.

21 Karakter Perempuan dengan Berbagai Profesi dalam Videoklip Hands Off

21 Karakter Perempuan dengan Berbagai Profesi dalam Videoklip Hands Off

Apa saja kendala yang dialami saat proses pembuatannya?

Alhamdulillah engga ada sih. Prosesnya sangat diberkati Tuhan dan alam semesta. Sempat hujan sedikit, tapi setelah 10 menit kembali cerah. Proses syuting juga selesai jam 4 sore (dimulai dari jam 10).

Dari segi komposisi dan aransemen musik, apa perbedaan Hands Off dengan karya-karya Yacko setahun yg lalu?

Apa ya bedanya? Mungkin kalau Hands Off hanya terdiri dari 2 verse saja. Sementara Thang 3 verse. Kalau musik sih gue selalu experiment aja disesuaikan dengan yang produser buat untuk gue, cuman rootsnya tetap di rap.

Yacko dalam Videoklip Lagunya yang Berjudul Hands Off

Yacko dalam Videoklip Lagunya yang Berjudul Hands Off

Terasa banget energi Yacko dalam lagu Hands Off ini. Apa saja yang dirasakan sebagai keunggulan atau keunikan tertentu dibanding karya-karya sebelumnya?

Wah kalau itu biarkan pendengar yang menilai ya. Cuman gue selalu berusaha memberikan emosi yang gue rasakan di setiap karya gue sih. Hal ini mungkin juga karena didukung oleh munculnya 21 perempuan tangguh di video nya, sehingga emosinya jadi lebih kuat lagi.

Apa pendapat Yacko tentang masalah feminisme dan sexual harassment yang terjadi di Indonesia?

Banyak yang salah mengenai pengertian feminisme di Indonesia. Banyak yang berpikir bahwa seorang feminis bertujuan untuk mendominasi atau melemahkan gender lain. Padahal feminisme ini lebih kepada menuntut kesetaraan gender, menuntut hak-hak perempuan di wilayah kehidupan. Laki-laki pun juga bisa menjadi seorang feminis, loh. Karena untuk kesetaraan gender dibutuhkan kerjasama dari semua gender.

Hubungannya dengan sexual harassment? Banyak korban sexual harassment adalah pada perempuan, dan kebanyakan yang disalahkan adalah justru perempuan (victim blaming). Selain itu masih ada loh di daerah-daerah tertentu terdapat praktik-praktik mutilasi genital perempuan. Ditambah juga adanya budaya patriaki dan masokis, yang membuat perempuan bisa dikuasai oleh laki-laki, bisa diperlakukan seenaknya dan terbatasi ruang geraknya. Sehingga feminisme sebenarnya adalah membela hak-hak dasar perempuan dalam kehidupannya.

Behind The Scene Videoklip Hands Off Yacko

Behind The Scene Videoklip Hands Off Yacko

Darimana ide pembuatan lagu ini berasal? Siapa yang menginspirasi Yacko?

Dari kehidupan pribadi dan juga pengalaman teman-teman. Banyak teman-teman yang sedang jalan di public places dan mengalami catcall. Gue sendiri juga pernah saat sedang bersepeda ke kantor, paha gue ditepuk oleh lelaki di bajay. Dan pernah saat manggung gue sedang melakukan crowd surfing, bagian dada dan bokong gue diremas. Itu kan kurang ajar!

Selain itu, gue juga banyak terinspirasi perjuangan Kartika Jahja dalam kesetaraan gender selain itu juga Melanie Subono. Intinya gue hanya meneruskan tongkat estafet perjuangan dari komunitas Bersama Project, Mari Jeung Rebut Kembali, Hollaback Jkt dan Lentera ID yang sudah lebih dahulu melalukan movement ini.

Apa yang membuat Yacko tergerak untuk menciptakan lagu ini?

Gue ingin menyuarakan apa yang gue rasa mengenai street and sexual harassment ini, kalau cat call dan sexual harassment itu bukan bahan bercandaan. Ini bukan suatu yang normal. Lewat lagu ini gue ingin mengajak perempuan untuk bersama-sama berani memerangi, berbicara dan berbagi mengenai street & sexual harassment and deliver the message that we will not accept street & sexual harassment any longer. Selain itu, gue juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berani membantu korban pelecehan dan melapor pada polisi atau petugas keamanan di sekitar.

Yacko dalam Videoklip Lagunya yang Berjudul Hands Off

Yacko dalam Videoklip Lagunya yang Berjudul Hands Off

Untuk ke depannya, apa saja resolusi Yacko? Apakah ada project yang sedang atau dalam waktu dekat akan dikerjakan, atau rencana kolaborasi dengan musisi tertentu?

Hands off ini masi terus dijalankan. Ada rencana untuk membuat remake dari lagu Hands Off yang dilakukan musisi-musisi lain. Tidak melulu perempuan. Bisa juga laki-laki. Yang sudah bersedia adalah Kartika Jahja, dan gue juga menawarkan pada Melanie Subono. Siapun yang bersedia, silahkan. Dari situ nanti akan dibuat kompilasi dan dijual. Keuntungannya akan diserahkan ke Women Crisis Center. Selain itu juga akan ada penjualan merchandise lain dan beberapa bentuk activation lain.

Bagaimana pendapat Yacko mengenai scene hip hop Indonesia saat ini?

ON FIRE! prediksi gue di beberapa tahun lalu terbukti, gue sempet bilang di interview dengan Hiphopindo.net bahwa banyak pelaku hiphop yang gerilya di internet, khususnya melalui social media dan ini yang terjadi saat ini. Banyak talent-talent baru yang gokil-gokil, terutama dari wilayah Papua.

Walaupun koneksi internet disana kadang masih bermasalah tapi itu tidak membatasi mereka untuk berkarya. Gue sampai takjub lihatnya. Selain itu banyak juga rapper-rapper di era 90 dan 2000an yang kembali mengeluarkan karya. Meriah deh pokoknya. Mudah-mudahan ada festival yang bisa mengakomodir semua talent-talent dari sabang sampai merauke ini.

Salah satu karakter perempuan di videoklip Hands Off

Salah satu karakter perempuan di videoklip Hands Off

Setelah punya kesibukan siaran di Mugos.Tv, apa saja yang dirasakan sebagai kekurangan dan kelebihan penggemar hip hop Indonesia?

Semenjak siaran di Mugos, gue dan John selalu berusaha untuk membagi informasi sebanyak-banyaknya ke penggemar hip hop di Indonesia dan bahkan di luar Indonesia.

Kelebihannya adalah banyak yang tadinya mungkin tidak tau banyak mengenai talent-talent hip hop lokal, jadi lebih tahu, dan mau mencari tahu.

Kekurangannya lebih kepada membanding-bandingkan musisi ini dengan musisi yang lain. Padahal style masing-masing pelakunya kan berbeda-beda. Ya, kalau kurang suka dengan yang ini, ya ngga usah menjelek-jelekan satu sama lain. Selain itu masih suka minta karya gratisan dibanding dengan membeli. Bilangnya kalau temen, gratis dong. Salah dong, kalau temen justru support dan bayar dong mestinya.

mugostv

Comments

comments

HOT INFO RAP

Leave a Reply

*