Walau “Tak Sempurna” yang Penting Berupaya =D

Tulisan ini dibuat waktu judul film “King Of Rock City” masih “Tak Sempurna”

PERHATIAN:

Tulisan ini ada spoiler-nya; disarankan untuk nonton dulu film “Tak Sempurna”

baru dibaca =)

Whatsapp dari Ferri Yuniardo a.k.a Ferri ‘Sweet Martabak’ masuk di BB saya, mengabari kalau akan ada premiere film “Tak Sempurna”, film yang behind the scene-nya sudah saya tonton di YouTube.

Yess!! Penasaran saya akan terjawab di tanggal 6 Juli tersebut; film yang disebut-sebut sebagai film HipHop Indonesia pertama – sambil berangkat ke Planet Hollywood ingatan saya melayang ke album Pesta Rap 1 sampai 3 di kamar saya yang berantakan.

Singkat cerita beberapa jam kemudian film “Tak Sempurna” pun selesai saya tonton – sungguh, adalah adegan terakhir yang membuat saya terhenyak, btw ini dia spoiler-nya:

“Yang penting Abang nge-rap lagi”, dialog tokoh Togar (John Parapat) dengan tokoh yang diperankan oleh Iwa K membuat saya berpikir, “Kok gitu? Jadi sebelum kerja di Perhubungan, I Wayan itu nge-rap gitu?” – dan film ditutup dengan adegan konser rap di setting -yang saya tangkap seperti di- terminal, lengkap dengan mikrolet dan mobil baknya.

inigayague

Yess (lagi)!! Semuanya pun jadi make sense buat saya – kenapa tokoh yang diperankan oleh JayDee ‘Soul ID’ adalah seorang pengamen keliling, kenapa ada tokoh Bu Yamin, dan kenapa pula trio sahabat Dey-Sabun-Ba’on tinggal di perumahan yang berdesak-desakan; sederhananya: musik apa yang mewakili ambient di setting tersebut, yang akhirnya membuat semua orang berkumpul dan berjoget di terminal (baca: merakyat)? Di kepala saya pun muncul satu genre: DangDut =D

Maksudnya?

Sebagai HipHop-interest (sejak pertama beli kaset Kris Kross), saya mendapati di adegan penutup itulah ambient musik HipHop hadir dan me-logis-kan apa yang sudah dihadirkan sejak film “Tak Sempurna” dimulai, ambient yang menyatukan realita tokoh-tokoh dalam setting kelas masyarakat tersebut;

pertanyaan berikutnya: lantas apa relevansinya dengan HipHop yang di tempat asalnya sarat dengan perjuangan versus issue realita yang keras (baca: sampai menelan korban jiwa)?

Yang berikut ini saya kutip dari mentor saya di yayasan kebudayaan tempat saya jadi volunteer:

“Kool Herc -HipHop founder- mengambil risiko sangat besar saat menemui satu persatu gang yang ada di South Brooklyn untuk bilang: kita semua disini bunuh-bunuhan dan yang menang jadi raja, oke;

pertanyaannya: jadi raja di South Brooklyn yang puing-puing ini, what’s the point?

Kenapa sih kita gak bisa nyatu aja, atau berantem dengan cara yang lain? Yang gak perlu sampe ada yang mati?”..

HipHop -sejak mendengar yang tadi saya kutip- maka bermakna semakin dalam, bagaimana tidak karena di dalamnya ada pemikiran -untuk mengubah realita keras sebelumnya menjadi setidaknya ‘lebih beradab’- yang kemudian diwujudkan -tidak lagi di level wacana yang berpanjang-panjang, seperti kebiasaan kebanyakan saat bicara soal budaya-;

upaya Thinking & Doing itu pulalah yang saya tangkap dalam “Tak Sempurna”, karena film HipHop Indonesia pertama itu ada bukan karena HipHop di Indonesia baru ‘kemarin sore’ ada – upaya dalam “Tak Sempurna” perlu di-apresiasi karena level­-nya buat saya bukan sekadar teknis bikin film;

karena memaknai kembali sesuatu yang datang dari luar ke dalam setting lokal sama sekali bukan perkara mudah..;

istilah akademisnya, ada upaya Re-Interpretasi di dalam film “Tak Sempurna”..

Dan tapi beneran, ini menjawab galau saya di ruang kelas kuliah jurusan yang seringkali membahas kebudayaan dengan berputar-putar – semuanya di thinking tapi gak jelas doing-nya akan seperti apa..

Pertanyaan terakhir: sudah sampai di mana upaya Re-Interpretasi-nya?

Subjektif memang karena background saya yang HipHop-interest dan pertanyaan tadi akan saya jawab sendiri:

whatever it is, semua yang membuat film “Tak Sempurna” jadi ada sudah melakukan setidaknya dari thinking ke doing, dan semoga akan thinking lagi dan doing more, dan begitu seterusnya =)

Masih “Tak Sempurna”?

Whatever it is (lagi), yang penting sudah berupaya

Selamat dan sukses =D

 

-David Tandayu @dey_V_E ,

nge-rap di @kripikpeudeus ,

usaha di @KulturBlender –

*Thinking & Doing

Copyright of Listen to the World @L_T_T_W

2013

Comments

comments

ARTICLES

Leave a Reply

*