Sepatuduatiga Siapkan Inovasi Baru Shoes Painting

sepatu-dua-tiga-sneakers-indonesia

Sepatuduatiga, paint shoes store berbasis graffiti yang berada di kawasan Depok, telah tumbuh menjadi bisnis yang menjanjikan. Bernhard Suryaningrat, owner dari Sepatuduatiga yang juga dikenal sebagai graffiti artist @hardthirteen, mengaku bisnis ini awalnya hanya sebuah keisengan. “Ya, dulu pengen punya sepatu yang beda aja sih, dan karena gue emang basicnya graffiti, gue punya alat lukis dan lain-lain, gue aplikasiin aja deh ke sepatu. Eh, banyak yang penasaran.”jawabnya saat dikunjungi HipHopIndo Kamis lalu (15/01/2016).

sepatu-dua-tiga-sneakers-indonesia-1

Berhasil mengembangkan bisnis unik yang pada awalnya sangat jarang ditemui ini, Bernhard mengaku mulanya promosi hanya dilakukan melalui akun Instagram pribadinya dengan modal awal Rp. 300.000,-. Tentunya kesuksesan sebuah bisnis juga bergantung pada orang-orang yang terlibat di dalamnya. Hal ini merupakan salah satu kunci kualitas Sepatuduatiga yang dijalankan oleh orang-orang dengan painting skill yang tidak perlu diragukan lagi.

sepatu-dua-tiga-sneakers-indonesia-2

Tidak hanya memiliki kualitas terbaik, yang juga bisa dilihat dari karya-karya pembuatnya, salah satu hal yang membuat para Sneakerhead wajib memilih Sepatuduatiga adalah karena harganya selalu dipress seminim mungkin. Kualitas papan atas tapi harga sesuai dompet memang membuat orang-orang tergiur untuk memanjakan sepatu mereka dengan treatment khusus di store ini. “Tapi, ya gitu. Kita kan yang ngerjain sedikit, jadi asal mau nunggu aja.”tambahnya saat ditanya mengenai keluhan dalam menjalankan bisnis ini.

Tak diragukan lagi, kualitas terbaik merupakan prioritas utama Sepatuduatiga. Hal ini juga yang membuat sang owner enggan membuka cabang di kota lain. “Soalnya kan ini skill, takutnya kalau beda orang bakal beda hasil, hehehe.”ungkapnya.

Seniman muda bergenre Hip Hop ini berharap dapat menjalankan satu store besar di mana orang-orang bakal rela datang, meskipun dengan lokasi yang cukup jauh sekalipun, karena percaya dengan hasil yang akan didapatkannya. Tidak hanya itu, tim yang benar-benar solid dan terstruktur juga menjadi target ke depannya. “Kita bisa kok bikin ini besar bareng-bareng.”tambah pelaku graffiti dengan ratusan followers di akun Instagramnya ini.

sepatu-dua-tiga-sneakers-indonesia-3

Seiring dengan bertumbuhnya bisnis ini, datang pula beberapa kendala lainnya. Salah satunya yaitu masih banyaknya pelanggan yang beranggapan harga painting, repaint, repair, serta custom box di Sepatuduatiga ini cukup mahal. Padahal, pihak Sepatuduatiga sudah sangat berusaha untuk meminimalisir harga. “Bagaimana ya? Catnya juga kan mahal hehe.”akunya.

Soal pengalaman uniknya saat merintis Sepatuduatiga, Bernard mengaku di awal berdirinya bisnis ini, Bernhard pernah lupa mengerjakan sepatu pelanggannya, yang merupakan temannya sendiri, sampai 2 tahun lamanya hingga sepatu tersebut hilang. Hal ini karena pada saat itu sistem pelayanan Sepatuduatiga belum serapih sekarang. Wah, untung teman ya? Hehehe.

Pencapaian Sepatuduatiga yang melesat beberapa tahun terakhir ternyata masih menyisakan beberapa hal yang dinilai belum bisa dicapai oleh seniman muda ini. Diantaranya adalah tim yang belum terstruktur. “Habisnya kita bukan morning people semua, sih. Jadi ga bisa buka dari pagi.”jawabnya. Berkaitan dengam hal ini, Bernhard pun berencana ingin lebih rapih dalam pemisahan jobdesk tim dan juga rencana buka store lebih awal.

sepatu-dua-tiga-sneakers-indonesia-4

Pelayanan Sepatuduatiga terus mengalami perbaikan dalam segala aspeknya. Bernhard juga membocorkan bahwa selain beberapa teknik baru, dia juga akan mengadakan sharing tentang cat yang dipakainya untuk bisnis ini. Tak hanya itu, video tutorial shoes painting juga akan dirilis guna mempermudah Sneakesheads yang mempunyai minat dalam bidang ini untuk belajar secara atodidak. Tak kalah menarik, diadakan juga workshop bagi Sneakerheads yang mau belajar secara langsung di store Sepatuduatiga di Depok.

Comments

comments

ARTICLES GRAFFITI STYLESHEET