Pekalongan Street Art (PSA) – Pekalongan, Jawa Tengah

Sebelum terbentuknya Pekalongan Street Art (PSA) di tahun 2011, kondisi Pekalongan bisa dikatakan berantakan dengan banyaknya graffiti  dan perusakan yang dilakukan oleh para bomber.

Awalnya, street art di Pekalongan hanyalah berupa mural batik dan tagging identitas-identitas personal atau kolektif seperti nama gank, sekolah, komunitas dan sebagainya. Namun seiring dengan boomingnya breakdance di tahun 2004, graffiti menjadi turun pamornya.

1401715_616161698442469_1203674534_o

sHingga akhirnya di tahun 2008, muncul SAC yang kemudian diikuti oleh BATAGOR, WALL TO WALL, dan MAGIC DOLL. Dan tepat setahun kemudian, keempatnya dipertemukan dalam sebuah kompetisi di SMAN 4 Pekalongan. Acara yang diselenggarakan dua tahunan tersebut, berperan penting dalam perkembangan street art  di Pekalongan. Dan sampailah di tahun 2011, acara tersebut menelurkan nama-nama seperti LAMONO, HAMSTER, UTC, dll. Dan tercipta insiatif untuk mendirikan wadah khusus street art.sss

 Pekalongan

 

Dengan turut dihadiri Dewan Kesenian Pekalongan, resmilah PSA berdiri. Selain menjadi forum, PSA juga bertujuan untuk mencari dan mengumpulkan para seniman graffiti se-Pekalongan. Sebagai induk dari dari street art di Pekalongan, PSA berjalan dengan kesadaran yang dijunjung bersama dan atas prinsip 4R; respect (saling menghormati), rumongso (sadar diri), rukun (rukun menjaga persatuan), dan rahat (rame/meriah).

 

Dan dalam perkembangannya, PSA tidak hanya membuahkan hasil, tapi juga makin terlihat peningkatan akan kualitas karyanya, dan juga membuat banyak artist pemula berani muncul ke permukaan, seperti: BLOODY HELL CREW (BHC), WALL OF ART CREW (WOAC), MONSTER MONTH, SWHC, KOTED, NODA DINDING, AERTE, DOTRA SQUAD, LOL, BIGHTING, QUILLY LABUR, dan ZAT WARNA.

 

Facebook: Pekalongan Street Art – PSA

Twitter: @pklstreetarts

 

Disadur dari Booklet ISAD Festival 2013.
Info lebih detail:
w. isadonline.net
t. @I_S_A_D
fb. Indonesian Street Art Database
e. indonesianstreetartdatabase@gmail.com

Comments

comments

ARTICLES GRAFFITI INDONESIA

Leave a Reply

*