Pandji nge-DISS Ucok Homicide?

bisnis online

Hip-hop sebuah budaya yang dibangun di antara kejantanan dan keberanian, sehingga kata mundur atau kalah dalam pertempuran dapat merugikan karier seorang artis. Beberapa Rapper telah membangun karier dengan banyak beef/diss, sementara ada juga yang memiliki karir bagus malah menjadi hancur dengan terlanjur nge-diss beberapa baris.

*sumber gambar UCOK: majalah cobra

Hiphop di Indonesia belum menjadi bisnis yang besar, tapi Hiphop menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk para pejuang. Dengan lahirnya banyak karya secara terus-menerus membuat penggemar Hiphop khususnya Rap sangat terhibur, sehingga sebagian Rapper berusaha untuk menemukan cara-cara yang unik dan kreatif dalam berkarya.

Bagi bukan penggemar Hiphop sejati harus berhati-hati dalam mengkonsumsi, kandungan Diss dalam lagu, karna bisa membuat tekanan darah meninggi bila salah persepsi.

Kali ini kita akan membahas babak lanjutan dari perseteruan Pandji vs Ucok Homicide lewat karya. Istilah yang lagi ramai digunakan oleh netizen, karya balas karya. Pandji lebih suka menamakan ini sebuah Retaliation untuk Ucok bukan lagu DISS.

Apakah ini benar-benar elemen kelima dari hip-hop? Atau seperti yang dibahas banyak netizen, ini adalah sebuah rekayasa untuk menaikkan hiphop ke permukaan?

Rasanya tentu tidak, seperti yang telah dibahas pada artikel sebelum ini, seorang Ucok Homicide tidak akan membuang waktunya dalam timeline twitter hanya untuk membuat sensasi. Tapi memang ini masalah prinsip.

Dalam lirik lagu Pandji yang terbaru nama Ucok Homicide terdengar jelas disebut. Lagu yang sepertinya menjadi pemanasan sebelum mengeluarkan album di 2017 menjadi hal yang serius karna ini menjadi jawaban Pandji terhadap komentar orang banyak di timeline Socmed yang berusaha menyerang Pandji karna statement dan dukungannya terhadap salah satu calon Gubernur DKI. Mungkin dari situlah Pandji mendapatkan ide lagu berjudul Satu Lawan Banyak.

Ucok Homicide tak memahami langkahku
Tapi apa yang katak tau dalam tempurung?
Maling atau pahlawankah itu si Pitung?

“Membalas dengan Karya adalah cara memberi reaksi balik yang paling menyenangkan,” kata Pandji via watsapp.

Saat pertama mendengar Lagu Satu Lawan Banyak, langsung teringat bagaimana Eminem memulai lagu fenomenalnya di film 8mile, bedanya kurang terasa kemarahan dalam lagu ini. Mungkin karna Pandji juga memang tidak ada kekesalan menghadapi hal ini…

Kutak punya kebencian tuk jabat tangan cari pemahaman, tak punya ketakutan bertatapan dengan yang bersebrangan.

Rasanya tak semua part dalam lagu ini menyerang Ucok bila kita baca lirik karna ada part dimana Pandji menyerang pemimpin Indonesia yang sombong.

Si sombong dengan tongkat kepemimpinan tunjuk mana yang kan dibakar sampai gosong. Hati kopong. Tak bisa dengarkan tangisan rakyat yang melonglong.

Namun bila kita menganggap semua lirik lagu ini menyerang Ucok Homicide bisa saja terus dihubung-hubungkan. Terserah bagaimana cara menikmati lagu beef ini secara welldone atau medium well 🙂 hati-hati kolesterol tinggi!

Sindiran berikut juga bisa menjadi multi tafsir..

Tak dibutuhkan keberanian tuk berteriakan lantang di depan kerumunan. Retorika berhamburan depan teman teman.
Hitunglah besaran perubahan yang kau ciptakan.
Yang kau ucapkan, ciptakan hanya pantulan
takkan pernah kau dengarkan apapun jawaban.

Jadi gimana menurut lo? Apakah Ucok akan tetap mengatakan seperti yang diucapkan di twitter sebelum ini?

pandji-ucok-homicide-4

Kasih comment dibawah!

*sumber gambar Pandji: Youtube.com

Berikut adalah lirik lengkap dari Lagu Pandji – Satu Lawan Banyak

They say i was supposed to be the chosen one
They say i was supposed to bring balance to the galaxy
Try to bring balance to the galaxy
but nobody seem to understand me
So here i go

VERSE 1

Lonely at the top bukan isapan jempol
Jalan di sirkuit politik tab mentionku jebol
Siram wipol, buat mereka ngompol, liat realita berserakan di kolong jalan tol
Argumen kosong seperti tong. Nyaring bunyinya mengisi gerbong gerbong bak selongsong ditembakkan bertubi-tubi kepada rakyat yang melonglong.
Si sombong dengan tongkat kepemimpinan tunjuk mana yang kan dibakar sampai gosong.
Hati kopong. Tak bisa dengarkan tangisan rakyat yang melonglong. Nasib dipingpong, anjing menggonggong anak nongkrong karena tak ada yang menolong.
Ucok Homicide tak memahami langkahku
Tapi apa yang katak tau dalam tempurung?
Maling atau pahlawankah itu si Pitung?
Jembatan tak pilih ujung kapan kau bersatu kalau kau trus bertarung?

CHORUS:
Sendiri Melangkah, sendiri bergerak
Sendiri melangkah, kebenaran tersibak
Sendiri melangkah, satu lawan banyak
Satu berlipat ganda, rapat jarak serempak (2X)

VERSE 2

Uncharted Waters. To boldly go where no one has gone before, we explorers.
Apa makanya teriak dalam ruangan, berbagi kebenaran sendirian bak bercerminan.
Tak dibutuhkan keberanian tuk berteriakan lantang di depan kerumunan. Retorika berhamburan depan teman teman. Hitunglah besaran perubahan yang kau ciptakan.
Yang kau ucapkan, ciptakan hanya pantulan, takkan pernah kau dengarkan apapun jawaban.
Kutak punya kebencian tuk jabat tangan cari pemahaman, tak punya ketakutan bertatapan dengan yang bersebrangan.
Sadarkah kawan konsekuensi persatuan adalah tak bermusuhan, perlu kesepahaman dan didapatkan dari buka obrolan. Maka sendirian langkah berderapan kusebrangkan jembatan sekarang.

CHORUS

VERSE 3
Nada kecewa pertanyakan mengapa. Kontestasi logika. Sumpah serapah penggemar meta mencoba coba usik rasa bersalah.
Mreka sangka ku layaknya artis lainnya, idola hidup dari puja puja.
HAHAHAHAHA jangan pukul rata.
Fans ku tak punya.
Jadi jangan kau coba coba berpura pura dan mengaku hatimu patah.
Penikmat karyaku bukanlah bocah tapi manusia dewasa
Hubungan erat bak sodara, bisa pasang harga pada pilihan yang berbeda.
Maka pergilah tak usah lapor lapor segala.

Fans are demanding and friends are understanding
Tak butuh yang tendang pantatku kalaku nungging.
Ku tak ambil pusing, takkan sodor kelingking
jari tengah kuberikan padamu sambil senyum tersungging.

CHORUS

Comments

comments

HOT INFO INDONESIA RAP

Leave a Reply

*