Novaruth dan aktifitas sosial

Nova ruth seorang wanita yang dulunya gw tahu adalah seorang Rapper dari grup bernama  Twin Sista. Kehadiran grup Rapnya pun dulu membuat Hiphop di Indonesia menjadi fresh karna jarangnya lahir grup Rap yang beranggotakan wanita. . Berikut wawancara gw secara marathon dalam sebuah Private Message di Forum Hiphopindo.net, semoga bisa
menjadi obat rindu buat temen-temen hiphop semua…

Boleh wawancara?

:: boleh

Nama lengkap siapa Nov?

:: Nova Ruth Setyaningtyas. sip dah.. sensus.. hihi..

Sejak kapan lu mulai ngerap, nyanyi atau yang berhubungan dengan hiphop di indonesia?

:: sejak tahun 2000. seriusnya pas ada Festival HipHop di Sahid itu(festival Hiphop N2K di Hotel Sahid Thn 2000). bisa dibilang terbentuknya Twin Sista ya tanggal ketika kami berangkat ke sana. 14 November 2000. kita ketemu di sana kan?

Yup, kita dulu kenalan di sana ya? Hhehe, Kalo boleh tahu aktifitas sekarang ngapain aja?

:: 4 hari dalam seminggu bekerja dengan EngageMedia.org. karena kami sepaham. berbicara atas nama keadilan sosial dan lingkungan. meski yang satunya di video dan saya di musik, secara audience, tanpa disadari, kami saling berkaitan. hari-hari lainnya saya jalan-jalan aja. contohnya ke forum hiphop jawa timur di surabaya kemarin.

sekarang tentunya sambil siapin tur selanjutnya sama Filastine. tapi seperti biasa itu juga bukan hal mudah. masih ada kemungkinan bahwa itu akan gagal. tapi tetap berusaha. menulis lirik agak berkurang sekarang. kecenderungan kalau sudah mulai bekerja. tapi mungkin masih belum menemukan rumus yang tepat atau mungkin malah mood yang tepat. saya rasa kita semua pernah ada di fase tersebut kan?

novaruth-1

Mmmm mungkin juga :), btw di engagemedia bertugas sebagai apa kalo boleh tahu?

:: kalau sekarang tugasnya sebagai “Indonesian Training and Project Coordinator”. pada dasarnya membuat workshop2 tentang distribusi video (online/offline) untuk video advocacy/activism di sekitaran wilayah Indonesia. saya juga fasilitator ketika workshop berlangsung. mengajarkan tentang piranti-piranti lunak berbasis FOSS (free and open source software) yang berkaitan dengan pendistribusian video. tujuannya supaya penyaluran video yang memuat informasi tentang isu-isu sosial dan lingkungan lebih cepat diterima oleh penontonnya.

Boleh cerita bagaimana hubungan kerja dengan felastine, bagaimana dan kapan ketemu?

:: mm.. Filastine.. panjang ceritanya. Saya ketemu dengan Sven Simulacrum (www.myspace.com/svensim) (www.mprov.org) di Gang Festival 2008, Sydney. Gang Fest adalah art/culture exchange festival antara Indo-Aussie. waktu itu kebetulan artis musik yang datang saya dan KunoKini (ini juga awal hubungan saya dan KunoKini). 2 bulan saya residensi di Sydney. berkolaborasi dengan Sven dan buat tour kecil di Aussie dengan Uber Lingua (www.uberlingua.com) dari Melbourne.

yang membuat saya, Sven dan Filastine ada di satu kelompok sound system yang sama, yaitu Uber Lingua. lalu Sven menghubungkan saya dan Filastine karena pada akhir 2008, Filastine mampir ke Indonesia di perjalanannya ke Aussie untuk promo album ke dua nya (Dirty Bomb) yang didistribusikan oleh Uber Lingua juga. di situ awalnya. tercipta 2 gig sederhana buat Filastine. yang satu di IKJ dan yang satu di Jogja (ultah Taring Padi).

di Jogja lah kami bertiga main satu panggung. (Sven Simulacrum, Nova, Filastine). dari situ, Filastine tahu apa saja yang saya bisa dan memutuskan untuk bikin tour percobaan bulan April 2009 ke Jepang selama 2 minggu dan lalu setelah dinilai berhasil, kami tour sama-sama ke Eropa selama 3 bulan, September-November.

awalnya saya dinilai sebagai “rapper”-nya Filastine. tapi dengan workshop 4 hari di Lyon sebelum tour di Eropa, kami berhasil jadi satu karena kami main perkusi sama-sama. kalau ada Nova, jadinya Filastine 4.0. ha ha.. formasi yang paling komplit adalah Grey Filastine, Nova dan Amelie sebagai pemain cello dan biola. Amelie dari Lyon, Perancis. kalau bertiga, baru kami katakan itu adalah formasi yang super komplit ;).

sekarang kalau saya di Indonesia, tentunya Amelie yang suka temenin Grey di panggung. tapi pada dasarnya yang menyatukan saya dan Filastine adalah perspektif yang sama terhadap dunia secara global. kami peduli pada pergerakan anti konsumerisme, anti perang dan skeptikal terhadap perubahan dunia ke arah/lingkungan yang lebih baik (tanpa menjadi pesimis).

gaya hidup kami juga sama, berusaha seminimal mungkin melakukan perusakan terhadap lingkungan. tapi juga sadar bahwa menjadi seorang “purist” cuma mempersulit diri sendiri. pesan-pesan yang kami sebarkan lebih ke sekitar isu-isu tersebut.

Sepertinya lu sangat peka ya dengan isu2 yang berbau sosial?

:: saya rasa kepekaan itu semua orang “baik” punya. hanya saja prioritas kadang memaksa orang untuk bertindak berbeda. kalau saya merasa masih mampu untuk dekat dengan isu tersebut, ya saya akan bertahan. dan saya ingin bertahan.

ada orang bijak bilang, di dunia ini ada 3 elemen penting di system perusakan keseimbangan ekosistem. ada obyek penderita, orang yang peduli dan penyandang dana. ketiga elemen itu memang harus seimbang. saya pilih jadi yang peduli. karena jelas alhamdulillah saya tidak hidup menderita tapi juga gak banyak duit. ha ha! boleh dikoreksi kalau saya salah, ya. biar wawancaranya aktif :-P.

Apakah itu juga yang membuat twin sista dulu membuat lagu yang berbau alam atau sejenisnya?

:: ya! tapi dulu riset terhadap perusakan alam belum sedalam ini. dulu selugu melihat kepulan asap dari pabrik di jalan masuk menuju kota Malang dari Surabaya, selugu menghirup kembali polusi dari bis yang kami naiki, dan selugu menghirup asap rokok yang dihisap oleh teman-teman kami di dalam bis. maklum atas kenapa itu terjadi juga belum sebesar ini. dulu saya cuma bisa MARAH! sekarang saya bisa bertindak dan kasih solusi meskipun tidak tergolong besar atau jalan keluar yang bisa didengarkan secara masal.

Kira-kira, pengaruh musik terhadap perubahan orang untuk mendukung program2 lingkungan  begitu menurut lu efektif atau tidak?

:: saya pikir dulu tidak efektif. karena belum ada bukti. tapi ternyata November 2008, saya berada bersama ribuan aktifis perempuan di Capetown, Afrika Selatan (www.awid.org/). gak mungkin kalau saya memungkiri bahwa awalnya bukan karena nge-rap. memang saya di sana sebagai pekerja non-profit organization dari Melbourne itu. tapi mereka juga gak akan kenal saya kalau saya gak ngomel di panggung2 kecil di Aussie.

Apa rencana-rencana terdekat yg berhubungan dengan Rap dan aksi sosial ini 🙂

:: wah.. yang ini belum bisa di jawab. kalau tahun lalu saya bisa main sama Filastine di banyak tempat yang isinya aktifis sosial dan lingkungan. baik di Jepang ataupun Eropa. di Indonesia, juga kerjasama sama yayasan yang namanya Kampung Halaman (http://www.kampunghalaman.org/).

sempet bantuin mereka untuk bikin workshop RAP untuk anak-anak Lapas, Tasik. tapi yang terjun langsung Bellal sama Dimas. juga main 2 kali di acara mereka. tahun ini ada rencana. tapi belum berani bilang aja. karena takutnya gagal. biasa lah.. birokrasi untuk keluar dari negara ini gak segampang beli permen. kalau uda dikonfirmasi pasti saya mau sharing cerita. tapi kalau ditanya ada atau gak, ya ada ;).

Wah Ga berasa udah panjang ya, berhubung gw belum sempat membalas lagi Private Message ini, rasanya kurang asyik kalo telat menguploadnya, segini dulu ya, mungkin next time kita sambung lagi…


Tengkiu Nova…

Comments

comments

INDONESIA

Leave a Reply

*