Mocharizma, Beatmaker Penuh Obsesi

#Produser Musik Bag. 5 (Finish)

 

Hai hiphopers, setelah beberapa artikel ke belakang HipHopIndoNet (HHI) membahas soal produser musik Hip Hop lokal, kini HHI sudah sampai di artikel terakhir tentang pembahasan produser musik Hip Hop. So, are you ready to know who’s the person? Check this out!

Memang tidak mudah menjadi seorang produser yang mengawali karier dari titik nol, seperti mengikuti hukum alam, produser musik yang satu ini juga nggak jarang dipatahkan semangatnya oleh pihak-pihak tertentu. Namun, that’s the truly life, selalu ada yang membantu dan ada yang menjatuhkan. Tak hanya dari karya, soal nama pun menjadi kritikan. Pria yang memulai perjalanan karier sejak tahun 2006 ini akhirnya memutuskan untuk mengganti nama Nocharizma (Noc) menjadi Mocharizma (Moc).

Seseorang pernah mengatakan bahwa Moc tidak punya charisma yang cukup untuk menjadi seorang produser atau beatmaker. Namun, dengan pembawaan yang santai, Moc nggak menanggapi dan terus maju meniti karier. Nama Noc sengaja dipilih untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi beatmaker yang akan duduk setara dengan produser-produser lain. Hingga tiba satu waktu, Moc mendapat kesempatan untuk memproduseri salah satu rapper asal Amerika , Vindetta (Vin), yang saat itu sedang membutuhnkan beat untuk anak perempuannya yang baru lahir.

Dengan bijak Moc mengatakan “beat yang saya buat ini beda karena di dalam beat ini tersimpan sebuah doa. Saya sampling dari lagu Amazing Grace”. Mendengar hal tersebut, Vin sangat senang dan mengatakan bahwa nama adalah doa. Vin menyarankan agar nama Nocharizma diganti dengan More Charizma atau Mocharizma. Dari situlah, Mocharizma semakin terpacu untuk menghasilkan karya yang berarti bagi orang lain.

Dijamin hiphopers penasaran dengan kepribadian Mocharizma, kan? Yuk, simak baik-baik obrolan seru HipHopIndoNet (HHI) bareng sang senior beatmaker, Mocharizma.

 

Hai Mocharizma, apa kabar?
Baik.

Dilihat dari perjalanan karier yang cukup lama di industri musik Hip Hop, tentunya sudah banyak artis yang ditangani. Boleh dong berbagi cerita sama hiphopers?

Beberapa artis lokal yang kerja sama bareng gue, di antaranya Ndeesaster, The Law, Pandji, Optima (Igor/Saykoji), Herdioflo, all off Zero One rappers, Soul ID, Yacko, Swerte, dan masih banyak lagi.

Lalu, genre musik Hip Hop apa yang biasa diproduseri Mocharizma?

Hip Hop, R&B, Pop, Electro, Dubstep, dan House.

Menurut Mocharizma, apa yang diperlukan untuk membuat sebuah beat musik?

Membuat musik memerlukan totalitas dan passions, masing-masing musisi punya visi, pesan, atau tujuan dalam bermusik. Tugas sang beatmaker adalah mempersiapkan musiknya agar visi/pesan sang talent berhasil disampaikan. Tidak menutup kemungkinan juga untuk beatmaker yang mengarahkan atau membantu meng-guide dalam hal visi sang talent.

Kalau begitu, apa Mocharizma pilih-pilih kriteria artis yang akan diajak kerja sama?

Pertama yang gue liat adalah semangatnya, lalu gue uji kestabilan semangat si talent karena bagi gue harus imbang, percuma gue fullproduced kalau hanya dari sisi si producernya saja yang menggebu-gebu, sedangkan si talent sekadar ikut-ikut dan santai-santai. Meski di-back up dengan skill, tapi kalau semangatnya tipis dan terlalu santai akan menghabiskan waktu yang sia-sia. Nggak hanya itu, tentunya talent juga harus tetap mau diajar atau belajar. Kalau soal keunikan dan mahir rap atau menguasai flow yang mantap, itu bagi gue datang di posisi dua. Memang terkadang gue suka nyari talent dengan kriteria tertentu yang gue butuhkan untuk project gue, tapi tetap harus memenuhi poin pertama.

Wah, pasti sudah banyak karya ya karya yang dihasilkan?

Kalau yang ini, gue nggak tahu karena gue suka kasih free beat buat komunitas Hip Hop.
Bila mereka pakai itu, bagi gue adalah karya. Jadi, untuk nominal pastinya, gue nggak tahu, he he he.

Menurut Moc, gimana cara memproduseri seorang artis dengan baik?

Semua produser punya resep masing-masing, tapi gue pribadi mungkin melihat dulu karakter dan visi dari sang rapper itu karena ada yang ingin jualan (komersil-komersilan), dan ada yang ingin ber-undergorund ria. Sebenarnya bebas-bebas aja asal sesuai dan sejalan dengan visi mereka.
Nggak mungkin ada track “Cara Melecehkan Wanita” untuk album yang berkonsep nasionalis,
dan nggak mungkin juga ada track “Unsur Kental MurniPerhiphopan Indonesia” yang dibungkus dengan metafora yang butuh terjemahan dari buku tiap bar-nya dalam album berkonsep “Tren Anak-Anak Muda”. Kalau gue, sampai tahap cara promosi pun, gue akan ikut campur bahkan sampai cara berpakaian sekalipun. Loh kenapa? Karena nggak mungkin kalau sang rapper ingin image-nya dilihat sebagai slowjam vip, tapi memakai pakaian yang “kusut”. Intinya si produser harus menjaga talent-nya berjalan sesuai landasan yang disiapkan, dan jangan sampai salah mendarat.

Lengkap sekali informasinya, Mocharizma, he he he. HHI mau tahu, apa keinginan Mocharizma yang belum tercapai sampai saat ini?

Banyak, he he he. Gue jabarin satu-satu ya karena list ini bisa panjang banget kalau dijabarkan, he he he.

  1. Ingin punya stasiun tv sendiri,
  2. Ingin punya stasiun radio sendiri,
  3. Ingin punya label yg resmi sendiri,
  4. Ingin keliling Indonesia untuk bikin beatmaking klinik,
  5. Ingin release DVD Moc beatmaking tutorial,
  6. Ingin membuat film Hip Hop,
  7. Ingin rapper Indonesia go international berkompetisi dan diterima skill rhytmes-nya. Bukan hanya datang untuk memperkenalkan budaya saja,
  8. Ingin punya gedung Zero One yang berfungsi sebagai music studio, editing video, tattoos, ruang green screen, dan distribusi, plus kantor dalam satu gedung.

Banyak juga ya obsesinya Mocharizma, he he he. Terakhir, apa yang mau disampaikan untuk komunitas Hip Hop di Indonesia?

 

Gue bukan lulusan sekolah musik, nggak ada latar belakang ilmu video editing, gue juga nggak di-backup investor bahkan di keluarga pun gue menjadi tulang punggung, padahal gue nggak kerja kantoran. Namun, gue cukup menumbalkan waktu tidur gue untuk belajar bikin beat sendiri, ngedit, dan direct video. Selain itu, gue juga belajar cara promosi sendiri, dan nabung2 untuk beli alat studio yang gue mampu.

Untuk komunitas Hip Hop, mulai sekarang stop pola pikir yang terlalu mengandalkan orang lain, dan “gw terbatas karena keuangan gw”. Kembangkan semua bakat yang elo punya, dan jangan main aman karena sudah bisa nge-rap on beat, tapi terus gali dan cari sesuatu yg baru. Berhenti jadi juri yang cuma bisa bilang “Yah, Hip Hop di Indonesia gini-gini doing,” atau  “Lagu dia katro,” dan “Bahasa Inggrisnya caur banget”. Mulai sekarang LAKUKAN SESUATU, turun, dan kenali medan perangnya.

Untuk yang di daerah-daerah, gue sering dapat cerita kalau susah sekali dapet software atau alat-alat rekaman. Come on, sekarang ini tahun 2011, internet dan online shopping sudah cukup jadi solusi bahkan mereka pun siap mengirim apa saja yang kalian pesan. Jangan terfokus dengan alat-alat yang super canggih dan mahal, cukup gunakan apa yang kalian punya atau yang kalian mampu dapatkan karena lebihnya akan datang dengan sendirinya (pengalaman pribadi).

Semoga teman-teman Hip Hop di luar sana yang masih peduli dengan musik Hip Hop lokal mau mendengar masukan-masukan positif dari Mocharima. Hiphopindo.NET doakan juga ya, supaya semua keinginan Mocharizma bisa cepat tercapai. Amin.

 

Link: http://www.reverbnation.com/mocharizmabeat

Follow: @Mocharizma

Comments

comments

INDONESIA MUSIC CLINIC

Leave a Reply

*