Lipooz Ciptakan Wadah Berkarya untuk Hip Hop Ruteng

Membahas pergerakan Hip Hop di Jakarta memang sudah banyak ditemui. Namun, apa kabar dengan teman-teman komunitas Hip Hop di daerah? Salah satu komunitas yang patut diakui, yaitu RRC (Rapublic Ruteng Clan/Ruteng Rap Crew) dari Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur. Komunitas ini dimotori oleh Philipus Irwan Ngadut a.k.a Lipooz. Rapper yang menyukai musik rap sejak masih duduk di sekolah dasar ini sudah dikenal ke daerah-daerah lain di Indonesia karena lagu-lagu ciptaannya.

Meskipun kurang adanya dukungan dari masyarakat lokal setempat dengan aliran musik asal Amerika itu, tetapi Lipooz tidak pernah berhenti mencari cara untuk mempertahankan kecintaannya terhadap Hip Hop. Ia memulai kariernya di tanah Jawa, yaitu Surabaya, ketika harus menyelesaikan kuliahnya. Dari situlah Lipooz semakin yakin bahwa Hip Hop akan membawa hidupnya ke jalan yang indah. Hingga saat ini, ia sudah mengantongi dua buah album rap solo yang lagu-lagunya cukup dikenal.

Lama tak menyapa, kali ini aku mencoba untuk mencari kabar Lipooz di Ruteng. Semoga obrolan di bawah ini bermanfaat dan memberikan inspirasi baru untuk teman-teman Hip Hop Indonesia. So, check this out!

Halo Lipooz, apa kabar? Boleh sapa teman-teman Hiphopindo.NET dengan bahasa daerah?

Kabar saya baik, terima kasih. Tabe HHI, asa kreba? Do ngaji kaut lami cee mai latang gerak salang de HHI 🙂
(translate: Apa kabar HHI? Kami bantu dengan doa untuk kesuksesan HHI)

Wah, terima kasih doanya 😀 Sebelumnya, bisa cerita tentang awal kecintaan Lipooz dan perjalanan kariernya di Hip Hop?

Saya pertama kali suka Hip Hop ketika masih SD. Waktu itu, pertama kali lihat Kris Kross di TV langsung suka. Mulai serius bermusik Hip Hop pas pindah kuliah ke Surabaya, tapi belum jadi rapper dengan lagu sendiri. Saat itu, saya masih nyanyi lagu-lagu rap luar sama band Hip Hop saya dulu, Ghetto Fam. Setelah berhenti nge-band, saya mulai belajar menulis lirik sendiri. Akhirnya, tahun 2005 rekaman lagu pertama saya, “Ruteng is Da City”. Selanjutnya, akhir tahun 2006 merilis album Hip Hop solo pertama yang bertitel “Words= Power”, dan awal tahun 2008 merilis album ke dua yang bertitel “One Man Army”. Kalau sekarang, saya cuma mengeluarkan single-single track sambil mengurus studio recording saya di Ruteng.

Seperti yang kita tahu, lagu-lagu Lipooz didengar oleh penikmat musik Hip Hop di penjuru Indonesia. Boleh tahu inspirasinya datang dari mana?

Kebanyakan inspirasi saya datang dari pengalaman hidup saya sendiri. Hampir 90% lirik saya terinspirasi dari pengalaman pribadi saya. Egois sekali bukan? 🙂

Selama musiknya disukai, tidak ada masalah, kok. He he he. Siapa musisi yang menjadi influence Lipooz dalam berkarier?

Bone Thug n Harmony, saya dulu ingin jadi Rapper pas dengar lagu “Cross Road”-nya. Rapnya cepat, tapi sangat harmoni. Selanjutnya, Ludacris, Dr Dre, Eminem, Tupac Shakur, dan lain-lain.

Lebih ter-influence oleh rapper luar, ya? Lalu, sudah berkolaborasi dengan siapa saja?

Xcalibour, Brother D, 8ball, LTK Blackstar, Ojeeh, Emgeez, Althien John, Arles Tita, dan teman-teman rapper dari Flores, RRC, dan RF.

Tinggal di daerah tentu berbeda dengan di Ibu Kota. Bagaimana pergerakan Hip Hop di Ruteng-NTT?

Pergerakannya sejauh ini sangat bagus. Teman-teman di sini sangat antusias untuk belajar Hip Hop. Bukan cuma Rap, tapi juga beberapa elemen lainnya, seperti graffity dan B-Boys/B-Girls. Dibandingkan dengan aliran musik lainnya, pergerakan Hip Hop lebih kelihatan. Sudah dimulai dan tidak akan pernah berhenti.


Apakah Hip Hop di Ruteng punya wadah untuk berkarya?

Wadahnya kami ciptakan sendiri, yaitu dengan membentuk komunitas Hip Hop Ruteng yang kami namakan RRC (Rapublic Ruteng Clan/Ruteng Rap Crew). Markasnya tentu saja di rumah saya. Anak-anak menyebut markas ini sebagai Bengkel (Rap). Kami saling share software untuk recording dan software untuk membuat Beat. Lalu, kami ciptakan event kami sendiri, dan syukurlah lama-kelamaan dilirik oleh pihak-pihak sponsor sehingga setiap kali ada Live Music RRC, selalu dilibatkan, entah rapper atau dancer-nya.

Menurut Lipooz, kendala apa yang dihadapi untuk mengenalkan Hip Hop di Ruteng?

Ego masyarakat lokal yang sangat tinggi dan kurangnya apresiasi terhadap pelaku musik lokal. Bukan hanya untuk musik Hip Hop, tapi untuk semua jenis musik.

Kalau untuk kekompakkan Hip Hop Ruteng, bagaimana?

Luar biasa kompak. Hubungan kami bukan sebagai Ketua dan bawahan, tetapi sebagai adik dan kakak. Mamaku adalah mamamu juga, rumahku adalah rumahmu juga. Motto kami adalah “We have no money, we have nothing, but we have each other”.

 

Benar-benar kompak dan saling berbagi, ya. Lalu, ada rencana untuk menyelesaikan project apa saat ini?

Saya sedang menyelesaikan track untuk sebuah project kompilasi yang masih dirahasiakan 🙂

Sepertinya project besar, ya? He he he. Sebelum beakhir, ada pesan untuk Hip Hop Indonesia?

Mari kita sama sama belajar untuk memberikan musik Hip Hop yang berkualitas dan positif untuk masyarakat Indonesia. Much love from Ruteng!

Terima kasih Lipooz sudah mau meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan dari Hiphopindo.NET.

Follow twitter: @Lipooz_

Comments

comments

INDONESIA RAP

Leave a Reply

*