Kenalan Dengan Rapper-Rapper Asal Bogor, Yuk!

Rapper Bogor Semakin Dikenal

Tak hanya menyimpan sejuta cerita mengenai tempat wisata dan kuliner yang khas, kota Bogor yang kini telah menjadi kota metropolitan juga memiliki begitu banyak ladang kreativitas dari pemuda-pemudinya dalam bidang musik. Segala jenis musik seperti pop, rock, jazz, dangdut, sampai hip hop memiliki pecinta setia yang selalu mendukung segala pergerakan dan kegiatan yang dilakukan.  Namun, ada yang menarik di kota yang identik dengan Tugu Kujangnya ini. Ternyata, musik rap, hip hop, atau R&B yang selalu kita putar di gadget pribadi kita  telah membangkitkan semangat pecintanya untuk membentuk grup musik rap maupun solo.

Bukti bahwa rap tidak hanya bisa dinikmati dan digerakkan oleh kota-kota besar saja, grup musik dan solo rap asal Bogor juga memiliki nilai jual yang tinggi. Buktinya, mereka telah banyak mengisi acara-acara besar dan memenangkan kompetisi-kompetisi hip hop. Tak hanya itu, beberapa di antaranya bahkan sudah berhasil membuat album, loh! Beberapa yang berhasil HipHopIndo rangkum, di antaranya Botanic Crew, penyanyi rap solo, Edgar Tauhid, FLOW.R, The Big Brother, dan yang cukup senior Optimuzt. Check this out!

Botanic Crew

Mety, Fadilah, dan Mila

Sebagai pembuka, HipHopIndo ceritakan sedikit tentang Botanic Crew. Botanic Crew adalah salah satu grup musik beraliran hip hop yang berasal dari Bogor. Tepatnya lagi, Botanic Crew merupakan grup femcee pertama di kota Bogor. Pada awalnya, Botanic Crew hanya terdiri dari dua orang female emcee , Da Sylva dan Delilah, yang merupakan alumni dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Pertemuan mereka berasal dari kesukaan terhadap musik yang sama, yaitu hip hop. Sebelum bergabung dalam Botanic Crew, mereka telah berhasil menciptakan beberapa lagu feature, yaitu lagu kolaborasi dengan beberapa rapper tanah air.

Botanic Crew sendiri terbentuk pada tanggal 3 Mei 2008. Nama Botanic Crew diberikan oleh Doniel “Neo” karena menurut beliau nama ini sangat cocok jika ditilik dari latar belakang mereka sebagai mahasiswi IPB. Seiring berjalannya waktu, formasi Botanic Crew berubah menjadi kumpulan tiga orang femcee dari kota Bogor yang terdiri dari Fadilah Deiner a.k.a Delilah, Mety Fitrianijaya a.k.a Mezzer, dan Mila Nabilah a.k.a Scario Da Sylva.

Grup femcee asal kota hujan ini sudah berpengalaman dalam hal performance. Hampir setiap event crowded di Bogor pernah dimeriahkan oleh Botanic Crew, di antaranya Hip-Hop Global for Warming, Hip Hop Parkiran 3, Agroindustrial Expo 2008, Lunatic Hip Hop Blink-Blink, Hip Hop Bogor Anniversary, Hip Hop Parkiran 4, LA Light Event, Hip Hop Parkiran 5, All Out Night, dan All Out Night Brother D Campaign Album. Hingga saat ini, sudah delapan lagu yang menjadi andalan Botanic Crew yang berjudul “B Crew”, “Ku Ingin Jumpa”, “Get Down”, “Kembali Menuju Jalan-Mu”,” He’s Hot feat Dimas”, “Takkan Ada”, “Ey Boy (Jangan Gitu Donk)”, “I Luv U”, dan “Just Chill”.

Tak terbatas di area Bogor saja, Botanic Crew juga eksis di Jakarta, loh. Sebut saja beberapa event yang pernah menampilkan performance-nya antara lain Nyos Records di Magic Café Mall Artha Gading, Indonesian Hip-Hop Parade 2009 di Ocean Park BSD, Kontes Album Kompilasi di Tebet Cool Spot, Mom and Kids Day di Tebet Cool Spot, Block Battle 8&9 di eX Plaza, dan Rap Competition di Kalibata City Square. Cukup luas kan jangkauan dari Botanic Crew! Untuk ke depannya kita harapkan Botanic Crew bisa merambah kota-kota besar lain, seperti Yogyakarta, Surabaya, bahkan Bali.

Edgar

Next, kita punya kisah tentang seorang solois rapper, panggil saja Edgar. Edgar Tauhid adalah seorang multitalenta muda yang dilahirkan pada 27 Juli 1991. Keahliannya yang bermula dari hobinya antara lain rap, dance poppin, dance krumpin, menulis lagu, pantomim, sampai freestyle basket. Ia memulai karier sejak SMP sebagai freestyler basket ball dan solo poppin dancer. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP, barulah ia memulai karirenya sebagai rapper di tahun 2006.

Ia sempat membentuk grup rap bernama Medjai dan menjadi additional personil grup rap Mixkill. Namun, menjelang tiga tahun kebersamaannya dengan Medjai, ia berpisah karena berbeda selera, visi, dan misi. Oleh karena itu, ia membentuk grup bernama 24 yang kini sedang vakum. Dengan berbagai pertimbangan, ia pun memulai solo karirnya sebagai rapper. Edgar juga tergabung dalam timnya Septian Dwi Cahyo sebagai dancer dan pantomim.

Pengalaman perform di industri musik hip hop yang dimulai sejak tahun 2006 telah memberikan banyak pelajaran berharga sekaligus mengangkat namanya sebagai seorang rapper. Beberapa prestasi yang pernah diraih Edgar, di antaranya Juara 1 Rap Cool Rhymes Rap Competition, Juara 1 Rap Competition di Taman Impian Jaya Ancol, Juara 2 Rap Competition  di Kalibata City Square, Juara 3 TEN Minutes Challenge oleh Media Indonesia, Juara Favorit di Summer Camp oleh tabloid Pulsa, dan baru-baru ini meraih predikat Performance Terbaik I, Bling-Bling Pro 2 FM RRI Bogor di Botani Square.

Cowok yang pernah berpantomim di acara Trans Gemilang, Trans TV, ini telah menyelesaikan lima single yang menjadi andalan berjudul “Duit Nomer Satu, “Pasti Bisa”, “Berkhayal”, “Rindu”, dan “Dougie All Day” yang seluruhnya diproduseri oleh Indra Sinaga. Tak hanya rap, Edgar juga pernah menampilkan dance poppin sebagai opening act di konser Sean Kingston pada 23 September 2010 lalu, loh. Benar-benar multitalenta kan cowok yang sebentar lagi akan berulang tahun ini.

FLOW.R

Diztroya dan Willbe

Beralih ke femcee lagi, Bogor juga punya FLOW.R. Grup rap ini terdiri dari dua gadis muda fresh graduated, Aldis a.k.a Diztroya dan Desti a.k.a Willbe. FLOW.R yang berasal dari kata flower ini terbentuk pada 8 November 2008. Awalnya, Diztroya yang lahir di Bogor, 29 April 1991 ini merupakan solo female emcee, tapi setelah bertemu dengan Willbe, mereka yang sama-sama nge-fans berat sama hip hop sampai memutuskan untuk bergabung dan membuat sebuah grup.  Tak lama, muncullah Arin –femcee asal Bandung-, tapi sayangnya kehadiran Arin hanya bertahan satu tahun dan kemudian mengundurkan diri sehingga FLOW.R kembali ke formasi awal.

Willbe yang menggeluti dunia hiphop sejak umur 15 tahun sangat mengidolakan Eminem.  Lagu andalan mereka -yang sudah pasti kita semua tahu- berjudul “Asal Loe Tau Aje”. Sejauh ini, FLOW.R membuat lagu berdasarkan kehidupan remaja.  Sebagai remaja, mereka ingin berbagi cerita melalui musik dan ingin seluruh dunia tahu bahwa gadis-gadis remaja seperti mereka juga bisa melakukan apa yang orang lain lakukan.

“Lewat FLOW.R, kami berusaha menyadarkan masyarakat akan eksistensi musik hip hop di Indonesia, terutama untuk female rapper. Selain itu, harapan utama kami melalui FLOW.R adalah bisa menjadi yang terbaik di antara yang baik, serta dapat meninggalkan jejak agar terus diingat orang. Kami juga berharap, musik kami bisa menginspirasi orang lain, terutama para wanita, untuk menggali potensi dari kemampuan yang mereka miliki di bidangnya masing-masing,” tutur Aldis a.k.a Diztroya.

Sampai saat ini, FLOW.R sudah manggung di beberapa tempat sekitar kota Bogor. Namun, FLOW.R juga sudah melebarkan sayap sampai ke beberapa kota lain, seperti Jakarta, Depok, Bandung, Jogjakarta, Serang, Tangerang, dan Cirebon. Salutnya lagi, untuk ukuran female emcee, meskipun harus manggung di luar kota, tetapi mereka selalu pergi berdua tanpa harus diantar siapapun, loh! Patut dicontoh buat semua female, nih.

The Big Brother

Kris, Ardi, Vita, dan Resa

Tidak hanya Trans TV yang bisa menayangkan serial “The Big Brother”, nyatanya kota Bogor telah lebih dulu memiliki grup rap dengan nama serupa dengan serial tersebut. The Big Brother berdiri sejak 14 Juni 2008, dimotori oleh seorang penyiar radio lokal di kota hujan tersebut, Kris. Grup ini dikenal dengan lagu-lagu cinta yang indah dan lagu-lagu club bernuansa Electro Pop dan R&B yang bisa membuat tubuh ikut bergoyang dengan lirik yang mudah dicerna oleh semua kalangan.

Awalnya, grup ini sempat mengalami beberapa kali pergantian personil. Namun, setelah menginjak usia satu tahun, Ardi dan Reza kemudian bergabung dengan Kris dan Vita sehingga The Big Brother memiliki empat orang personil inti, yaitu dua orang rapper, satu orang singer, dan satu orang music maker. Tak hanya itu, grup ini juga memiliki dua orang additional vocal, yaitu Bunda dan Dwi serta selalu tampil dengan Breaker Bogor Enemy.

The Big Brother selalu mengisi acara-acara sekolah, kampus, dan event umum dengan membawakan single-single andalan mereka, seperti “Hanya Dirimu”, “Yakinlah” (Takkan Sia-Sia), “Let’s Get It On”, “Ngincer Mira”, dan “Untitled”. Tak perlu diragukan lagi bakat dan kemampuan grup ini di atas panggung karena mereka selalu mementingkan kualitas performance dalam setiap kesempatan.

Optimuzt

Optimuzt a.k.a Biggie Dee

Beralih ke seorang rapper asal Jakarta yang kini memutuskan untuk menetap di kota Bogor, Optimuzt. Optimuzt a.k.a Biggie Dee memulai karier musik rap pada pertengahan tahun 2002 di Jakarta. Saat itu, ia tergabung dalam grup rap CARTESS sebagai additional rapper. Di tahun yang sama, The Optimuzt a.k.a Biggie dee tergabung pula dengan grup rap PHYCO-D bersama dengan Doniel Neo, DJ Baip, dan Yoka a.k.a Ezky.

Pertama kali memulai karier di dunia hip hop, Andi The Optimuzt tampil di acara Ground Zero Jakarta tahun 2002. Untuk mengasah ketajaman rap-nya, Optimuzt pun memperluas wilayah sasarannyanya. Dimulai dari Pulau Seribu Pura pada tahun 2003 hingga terus menuju Pulau Seribu Kangguru. Optimuzt pun sempat beralih ke pulau Bali. Di sana, Andi membuat grup baru dengan nama Denotator. Andi mulai manggung dari satu event ke event yang lainnya untuk mendukung perjalanan karier rap-nya. Salah satu event terbesar yang pernah menampilkan performer Andi dan DETONATOR ialah menjadi grup rap pembuka untuk show Dewi Sandra di Stadium Café, Kuta, Bali.

Masih seputar kariernya di pulau dewata, pada tahun 2004, Andi dan beberapa bboy Bali, Aerial Crew, kembali membentuk satu grup rap bernama Denotator Killa Be sampai dengan tahun 2005 bertepatan dengan kembalinya Optimuzt ke Jakarta. Optimuzt terus mencoba membangun prestasi musiknya setelah kembali ke Jakarta. Andi dan beberapa teman membentuk suatu komunitas anak muda dengan nama Shadow Inc dan group rap mereka di namakan Cold Shadow Souljah.

Di tahun 2007, Andi “The Optimuzt” hijrah ke Australia dan kembali eksis di dunia musik rap dengan bergabung bersama Hybrib Flow Crew yang beranggotakan bermacam ras dan kewarganegaraan. Hybrid Flow Crew masih terus berkarya hingga saat ini, bahkan mereka sedang mengerjakan album mereka untuk meramaikan dunia hip hop di setiap pelosok negara. Begitu Pun Andi “The Optimuzt” yang sedang mengerjakan album solonya dengan materi unsure real hip hop, funk, jazz, dan soul yang diberi nama “Rhythm Therapy” dan direncanakan rilis akhir tahun 2011 ini. Jadi enggak sabar menanti album “Rhythm Therapy”-nya The Optimuzt, nih!

Itulah beberapa rapper-rapper asal kota Bogor yang patut kita akui keberadaannya dalam membangun musik hip hop di Indonesia. Karya-karya mereka telah membangkitkan semangat hip hop serta menghidupkan kembali industri musik yang sempat redup ini. Kesuksesan yang mereka raih saat ini pun merupakan hasil kerja keras yang dicapai dengan tidak mudah. Terkadang butuh bantuan senior-senior untuk mematangkan musik mereka. Ingatlah kawan, hip hop selalu bersatu dan tak pernah berhenti. Tidak pandang suku bangsa, anatomi, ras, dan agama (SARA), siapapun boleh ber-hip hop asalkan ada pesan yang benar-benar disampaikannya dengan baik. Semoga akan semakin banyak rapper-rapper baru yang bermunculan untuk terus mendukung karya hip hop. Semoga hip hop terus hidup dan tidak akan pernah berhenti.

Salam HipHopIndo!

Comments

comments

ARTICLES INDONESIA

Leave a Reply

*