Pelaku rap Indonesia juga harus mengutamakan moral

Source: Malesbanget.com

Neo, grup rap Indonesia yang eksis dengan hitsnya ‘Borju’ sejak tahun 90’an ini rencananya akan mengeluarkan album ketujuh bertepatan dengan perayaan 17 tanun NEO di industri musik Indonesia. Grup yang beranggotakan tiga personil ini kembali dengan ‘Curhat Lagi’ setelah tiga tahun setelah merilis Positivity, yang merupakan album keenamnya.

Hal ini dikarenakan padatnya kesibukan masing-masing personil dan juga karena album Positivity telah meluncurkan lima videoklip, yang merupakan jumlah videoklip terbanyak dari album-album NEO sebelumnya, yaitu Hello feat. Ikmal Tobing, Tanpamu feat. Victor Manuputty, Go With The Flow feat. Kila Shafia, Bertahan feat. Ras Muhamad, dan terakhir ada Positivity.

“Kita juga ingin ucapkan terima kasih banyak untuk temen2 semua yang sudah bantu dan dukung di Album Positivity. Proses lima videoklip inilah yang membuat album Positivity lumayan panjang napasnya.”ujar Udet. Setelah jeda panjang itu, akhirnya tahun 2017 ini NEO memutuskan untuk merilis album ke tujuh diawali dengan merilis single pertamanya, yaitu Curhat Lagi (friendzone).

Source: liriklaguindonesia.net

Source: liriklaguindonesia.net

Siapa sangka, ternyata lagu yang terkesan menggambarkan salah satu jenis hubungan remaja yang sangat akrab dijumpai saat ini ternyata juga punya makna tersirat lain loh. Selain tentang hubungan cowok-cewek dimana si cowok di friendzone-in, lagu Curhat Lagi secara kontekstual merupakan curhatan NEO tentang industri musik Indonesia yang dinilai saat ini telah berubah, baik secara industri, produksi, promo, cara berinteraksi, hingga komunitasnya dikarenakan semakin derasnya era digital.

“Ya, kita mau gak mau harus ‘move on’ untuk tetap exist.”tambah Udet. Selain itu, NEO pun memiliki movement jargon #bakarlagi yang merepresentasikan semangat NEO untuk terus menghasilkan karya baru dan tetap produktif.

Source: Neo-rap.com

Source: Neo-rap.com

Bagi para penggemar NEO, pasti sudah menyadari bahwa musikalitas Curhat Lagi cukup berbeda dari lagu-lagu NEO lainnya. Konsep Curhat Lagi dari sisi beat lebih kekinian disertai sample sounds dan vocal effect khas Pop EDM, sehingga terdengar easy listening sekaligus dance-able walaupun bertempo medium.

Adapun produser Curhat Lagi kali ini untuk beatmaker NEO dibantu Wizzow kolaborasi dengan Udet untuk mengisi keyboard,bass, dan syntesizer . Tak hanya itu, proses pembuatan video clip Curhat Lagi itu sendiri memakan waktu hampir tiga minggu, yang merupakan jangka waktu terlama pembuatan videoklip NEO sepanjang sejarah.

Videoklip ini juga merupakan yang terbanyak melibatkan cameo, yaitu hampir 50 lebih cameo baik artist 90’an, selebgram, youtubers, girlsband, pilot, dokter, skates, dancer, DJ, dan masih banyak lagi.   Kehadiran album ketujuh yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama oleh penggemar rap nusantara membuat masyarakat penasaran siapa kira-kira yang akan digandeng NEO untuk featuring di album barunya.

“Belum kepikiran sih siapa yang akan diajak featuring,  jadi go with the flow aja”ujar Udet. Mengenai resolusi, personil NEO sepakat untuk mengadakan promosi album sebenar-benarnya dan mengadakan konser apabila ada promotor yang berminat. “Harapan muluk mungkin 2017 konser tunggal di Jakarta, hehe.”tambah NEO. Wah, semoga bisa terlaksana ya resolusinya!

Neo ft. Victor Manuputty

Source: Neo-rap.com

Sebagai grup rap yang sudah lama melalang buana di dunia musik rap tanah air, tentunya NEO sudah banyak merasakan suka duka bersana. Bagi Udet, Dery, dan Aldy satu hal yang paling berkesan adalah pada saat pengerjaan album Positivity, di mana album ini merupakan penampilan perdana formasi bertiga NEO yang walaupun tanpa sponsor, dan trio ini berhasil merampungkan album Positivity.

Gak salah deh kalau NEO disebut-sebut sebagai salah satu grup rap legend di Indonesia!   Menilik makna tersirat dari Curhat Lagi, NEO memiliki pandangan tersendiri mengenai scene musik rap Indonesia saat ini. “Gak ada yang salah dengan musik rap saat ini, musik tersebut hanya mengikuti iklim musik dunia yang selalu berubah.

NEO sendiri mau gak mau mengikuti perkembangan namun secara tidak sadar pasti akan terbentur dengan idealisme 90’an NEO. Outputnya adalah di album NEO tahun ini dan satu lagi secara otomatis dalam berlirik pun seiring dengan berjalannya umur kalau diperhatiin lebih mature  hehe..”sambung Udet.

Akan tetapi, walaupun dilanda era digitalisasi, NEO masih tetap memegang prinsip yang selalu dipegangnya sejak dulu, yakni merasa bahwa tanggung jawab moral merupakan hal yang utama. Hal ini karena NEO beranggapan bahwa rapper adalah sosok yang banyak bermain dengan kata-kata, sehingga harus berhati-hati terutama dalam keselarasan ucapan dengan perbuatan.

Setuju banget nih, tidak hanya soal kreatifitas, pelaku rap Indonesia juga harus mengutamakan moral.   Akhir-akhir ini dunia rap Indonesia sempat digegerkan dengan rapper fenomenal yang  menurut pendapat NEO, lahir dari generasi ‘millenials’ dan maju dari dunia digital yang bergerak dari grass root dengan fans yang sangat militan, yaitu YoungLex.

Terlebih lagi dalam kolaborasinya dengan selebgram, Karin Novilda atau yang akrab disebut Awkarin. Mengenai hal ini, NEO mempunyai anggapan tersendiri. “Kenyataannya mereka berhasil mengangkat genre musik hiphop ke media mainstream dengan single “BAD” yang menjadi viral di sosmed.

Boleh dibilang berita Hiphop ombaknya lagi bagus, jadi amat sayang kalau gak dimanfaatkan oleh pelaku hiphop mumpung media-media sedang melirik ‘drama-drama’ yang ada di pelaku hiphop hehe..”tambahnya. Benar juga sih, kalau dilihat dari sisi positifnya, fenomena Young Lex ft. Awkarin memang mengangkat Hip Hop ke media. Kalau menurut kalian gimana nih?

young-lex-featuring-awkarin

Source: Kapanlagi.com

Comments

comments

HOT INFO INDONESIA RAP

Leave a Reply

*