HIPHOP Indonesia, Harus Tetap Bisa Berjalan Bersama!

ARTICLES HOT INFO

Gue peminat musik Hiphop sejak jaman Iwa K. Justru gue tahu banget dengan Naughty by Nature, Run DMC dll karna mendengar lagunya Iwa K di album pertama. Akhir-akhir ini gue banyak diving di youtube, niatnya pengen belajar lebih banyak tentang market dari trend terbaru, dan so far hasilnya….

Hahahaha hasilnya kalo gue punya kuasa, asli gue langsung pengen shutdown youtube. Youtube secara tidak langsung membuat generasi muda indonesia yang kurang nilai edukasi mendadak menjadi kreatif tidak pada tempatnya.

Bener memang kreatif. Tapi kreatif pembodohan, kreatif bully, kreatif mati rasa. Jauh lebih bahaya dari gula, rokok dan narkoba. Diabetes, Kanker & Narkoba overdosis. Beginian nih, pembodohan menyebar lebih cepat dari AIDS or herpes. Penyakit buat anak-anak kecil yg orang tuanya ga ngawasin klik-klik bermain di youtube.

Walau dari sudut pandang yang lain. Ini adalah proses pemblajaran masyarakat mengenai “Freedom” kebebasan bersuara, layaknya fungsi internet di negara berkembang.

Seperti memang berasa banyak org stress dan kurang hiburan. Seperti, “revolusi mental” itu bener 100000%. Ya kita harus bisa melalui proses ini, untuk jadi baik harus jadi bangsa yang hancur kejedot kepala sendiri. Namanya juga manusia. In the end it will be fucked up, then everyone gonna realized to want to be better and help others. (Ciee inggris gue keluar)

Trus pertanyaan nya? Bila ini gue bawa ke Hiphop, menjadi ada situasi yg butuh solusi, generasi tua bisa apa? Generasi gue bisa apa? Yg jelas mayoritas generasi saat ini lumayan gasruk bgt. Mayan ancuurr. Bikin-bikin vlog, ngaku-ngaku hustle, nyela-nyela org, tapi background videonya di rumah yang enak, unyu-unyu, claiming that tsunami had striked their life, jadi mereka seperti tanggul jebol yang punya hak ngapain aja untuk nyela org, dengan alesan “GUE APA ADANYA”. But then again.. Kita kan ga tau beban hidup yg mereka sudah lalui. Buat kita santai, buat mereka berat bgt.

Terus terang gue jadi bingung, kayak buah simalakama. Kita butuh semua aktor ini menjadi icon di scene Hiphop to mendongkrak dan menjadi support, tapi banyak icon ini yang… Hadeuuhh.

Mereka terpilih, karna memang penonton ga punya pilihan lain.

Apa yang gue pelajari dalam lirik lagu Rap 90an, contohnya pesta rap, lirik mereka.. Nyeleneh tapi “dalam batas wajar” banyak lagu-lagu memberi semangat. Trus skarang ini, mayoritas lirik-liriknya, “seenak udel gue aja mau apa”.

Dari segi musik, quality sound semakin bagus. Dari segi lirik, quality semakin menurun.

Tak bisa di pungkiri, ini HIPHOP Indonesia. Harus tetap bisa berjalan bersama. Terus mau gimana? Gue belum bisa sejauh itu dapet jawabannya, karena gue musti tau dan kenal sendiri frequensi para pelaku Hiphop saat ini, dimana gue juga blom kenal.

Kalo mereka terus berjalan dengan Ego yang dipertahankan hingga saat ini jelas kebebasan salah kaprah.

Of course dont take life too seriously. But in my own opinion, do take life seriously too. Karena ini seperti ripple effects. Get what i mean?

The truth is gue bangga sama mereka yang kreatif. Tapi gue kesel, kreasi nya ngikut-ngikutin org kalo nyela itu hukumnya jadi seperti makruh.

Authenticity is magnetic. Kalo jelek ya semua ikut jelek. Klo bagus ya semua jadi bagus.

Bukan berarti kita harus pencitraan terus. Ya semuanya tentang keseimbangan. Tapi ya balik lagi, they didnt know any better, and if we playing the blame game.. Whose fault is it? Parents? Government?

Mereka diajarin empati ga? Diajarin kata2 seperti, permisi.. Tolong.. Maaf.. Terima kasih..

Oh god please bless all this angry soul, whom comes from anger, which comes from fear. What is fear? Nothing is to be feared, you just have to understand it.

In the end, what are you fighting for in life? Is it a forever fighting? When is it gonna end? Is it truly our choice to fight or not?

— Maafkan bahasa inggris gue.. Pengaruh globalisasi :))

Anywayyyyy.. my words comes from briefly understanding the perspectives of both sides. The Real and The Swag.

Ga lain dan ga bukan, menurut gue the kings must step in, Be the parents of these angry kids. Fix this shit up as far as they can.

Seandainya gue bisa, pengen gue menjembatani antara kedua sisi, the legends and the risings.

Respect untuk semua Rapper dan pelaku Hiphop di seluruh Indonesia.

To the mos definitely sweetest fam, Brother Bey and Elijah. Thank you for all the love. ??????????

A photo posted by Annisa Cikal (@cikal) on

by @cikal

Comments

comments

ARTICLES HOT INFO

1 Comment

  1. at least, pada akhirnya semua bakal jalan masing-masing dan nemuin lingkungannya sendiri. yang besar di media, yang viral di internet, yang stay true di komunitasnya, semua udah ada jalannya hehehe

Leave a Reply

*