Hamdi ‘Jakarta Breakin’: Mengajar Bukan Berarti Tak Belajar

Breakdance semakin dicintai anak muda di kota-kota besar di Indonesia. Gerakannya yang selalu berbeda dan kental dengan nuansa modern, membuat jenis dance yang satu ini bukan sekadar dilakukan untuk having fun, tetapi juga lifestyle. Hampir setiap bulan digelar kompetisi breakdance oleh salah satu organisasi di Jakarta yang dibentuk untuk menjadi wadah bagi para breakers, bboyindo. Bboyindo dicetuskan oleh Hamdi Fabas pada tahun 2003, dan mulai resmi dibentuk pada tahun 2004.

Salah satu anggota Jakarta Breakin ini mulai mencintai dance sejak usia 4 tahun. Meskipun sempat vacum di tahun 1993 sampai 1994, akhirnya Hamdi kembali menggali potensi dance dalam dirinya di tahun 1995 setelah menonton sebuah kompetisi dance di Jakarta. Ia terus belajar dan mengajar dance setiap kali muncul gerakan-gerakan dance baru. Cowok yang sudah menetap di Jakarta ini sering mengikuti kompetisi breakdance di luar negeri dan menjadi juri di kompetisi breakdance dalam negeri.

Di kesempatan menjadi juri sebuah acara dance competition di Ex Plaza akhir minggu lalu, aku sengaja mewawancarai sang pencetus bboy di Indonesia ini. Selain mengobrol tentang kesibukannya saat ini, ia juga bercerita tentang perkembangan dance dulu dan sekarang. Simak obrolan aku dengan Hamdi di bawah ini.

Hamdi saat menjadi juri untuk event breakdance competition

Apa kabar Bang Hamdi?

Kabar baik…

Kelihatannya lagi sibuk banget ke luar kota,  ya?

Oh ya, Alhamdulillah aku masih dapat kesempatan untuk menemani beberapa event-event yang lagi berlangsung. Terutama event dance dan bboy.

Kalau kesibukan selain nge-breakdance ini ngapain aja?

Kesibukan aku selain nge-breakdance, aku bisa ngajar dance Hip Hop, house, poppin, breakin dan berusaha belajar semuanya biar lebih generalisasi. Kadang kalau di luar kota, aku bikin workshop sambil kerja sama bareng studio-studio di sana.

Bisa diceritakan awal mula belajar nge-breakdance?

Itu dimulai dari kecil pas umur 4 tahun saat pertama kali aku mulai dancing. Jadi, waktu itu aku tinggal di luar negeri dan sempat diajak nge-breakdance sama Om-ku waktu lagi pulang ke Indonesia. Kebetulan memang Om aku seorang dancer. Waktu aku sekolah di Australia tahun ‘89-an, aku juga sempat nge-dance di acara Prom Night-nya anak SD sambil tiru gayanya Michael Jackson. Setelah lulus,tahun 1994 aku kembali ke Indonesia dan tertarik untuk belajar dance. Terus saya pikir, keren juga ya nge-breakdance gini lagi seperti saat aku masih kecil. Akhirnya, mulailah mendalami dunia breakdance ini.

Jadi, memang sudah mencintai dance dari kecil, ya? Kalau menurut Bang Hamdi, bagaimana perkembangan breakdance dulu dan sekarang?

Hmm…sayangnya kita (breakers) seperti dibatasi tali yang samar, padahal sebenarnya ada hubungan.Jadi, mungkin di angkatan aku yang menjadi penyambungnya. Di mana aku masih berhubungan sama teman-teman ‘old school’ seperti Mas Septian Dwi Cahyo, Adam Jackson, Dadang, Jacko, dan teman-teman bboy tahun ’80-an. Sekarang mereka memang udah nggak nge-break karena masing-masing sibuk mengurus keluarga, seperti angkatan aku yang udah mulai regenerasi. Nah, sekarang udah mulai kumpul antara breakers tahun ’80-an dengan anak-anak bboyindo (bboyindo.com).

Bisa cerita sedikit tentang bboyindo?

Oh ya, bboyindo itu terbentuk tahun 2003, established tahun 2004, atas ide aku dan anak-anak Jakarta Breakin yang disupport sama crew-crew dari daerah-daerah. Sebenarnya bboindo bukan nama team atau sekumpulan orang-orang yang punya koneksi, tapi kami adalah wadah yang menampung bboy-bboy untuk terus tampil dan eksis di Indonesia. Karena, ternyata, teman-teman di daerah yang skill-nya bagus jadi terbantu dengan adanya bboyindo. Bboyindo juga sangat aktif dan selalu ada kegiatan yang dilakukan. Kurang lebih kami memberikan informasi dan mewadahi breakdance bersama.

Hamdi "Jakarta Breakin"

Lalu, apa kabarnya teman-teman Jakarta Breakin?

Jakarta Breakin masih sering kumpul bareng. Justru itu first love aku. Ha ha ha. Memang kebetulan Jakarta Breakin ini kesibukannya masing-masing, ada yang sibuk syuting sinetron dan film, ada juga Jacko yang berkarya sampai ke Jerman, Aku sendiri mengurus event yang dikelola kecil-kecilan dan kadang jadi juri, dan Galih yang jadi pesulap. Kebetulan malam ini (17 Desember 2011) adalah ulang tahun Jakarta Breakin.

Selamat ulang tahun Jakarta Breakin, semoga ilmu-ilmunya makin tersebar luas dan berguna untuk regenerasi para penerus breakdance.

Thank you, kayaknya abis event kita mau karaokean buat ngerayain, nih. Ha ha ha.

Back to bboy. Apa arti bboy untuk Bang Hamdi?

Bboy atau breakin boy itu seperti semacam identitas dengan pola gerak yang rapi dan nggak berantakan. Aku harus bersih, kreatif, dan bisa menuangkan idealis-idealis yang ada di gerakan bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

Biasanya, kesulitan apa yang dihadapi waktu mengajar bboy?

Sekarang justru semakin sulit bagi aku karena jadwal semakin padat, dan biasanya latihan di tempat acara. Aku juga ngajar dan belajar sendiri bareng Jakarta Breakin untuk para junior-junior. Jadi, saya selain ngajar juga belajar dari teman-teman yang saya ajarin juga. Lebih ke sharing dan learning aja, sih, sebenarnya.

Kalau dance yang beda menurut Bang Hamdi sendiri seperti apa?

Sebenarnya dance itu seperti roda perputaran, ya. Jadi, yang dulu-dulu muncul lagi ke daratan, dan yang baru-baru mulai tenggelam karena sering muncul. Well, kita harus menghargai yang menciptakan dance dari awal. Dance itu sebenarnya berasal dari masyarakat, ya, seperti tari Salsa, African dance, Shuffle, Latin, dan yang berakar dari tari Hip Hop lainnya. Yang membuat berbeda itu justru adalah lagunya. Oleh karena lagunya berbeda, dance yang gerakannya mirip-mirip itu seperti mendapat feel baru untuk mengikuti lagunya. Cuma, ada juga yang bereksplorasi dengan gerakan kontemporer dan masa sekarang.

Siapa yang menjadi influence untuk Bang Hamdi?

 Influence aku seluruh dancer, bboy, koreografer dari dalam negeri. Ada juga beberapa nama dari luar negeri, dan jenis-jenis dance yang baru-baru. Bukannya aku nggak punya identitas, tapi memang karena aku suka menari dengan berbagai jenis musik.

Terakhir, ada pesan yang ingin disampaikan?

Indonesia harus unity agar bisa menjadi mayoritas dari minoritas. Kita boleh bersaing dan berkompetisi sesama, tapi tetap unity dan bersaudara dengan komunitas kita yang minoritas di Indonesia. Saling support dan jangan saling menjatuhkan. Tetap pada prinsip awal kita untuk nge-break dengan having fun. Jadi, jangan lupakan ‘having fun’-nya itu.

Oke Bang Hamdi, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk ngobrol. Mari kita lestarikan sisi ‘having fun’ nge-breakdance 🙂

Comments

comments

BBOY INDONESIA

Leave a Reply

*