DJ Schizology: Every DJ’s Need Their Own Style

Daniel Sulistyarto a.k.a DJ Schizology lahir dan tumbuh di lingkungan yang kental dengan musik. Menjadi pribadi yang selalu tertarik dengan berbagai jenis alat musik, DJ Schizology telah mengikuti kursus piano sejak mengenyam pendidikan di bangku TK sampai lulus SMA. Tak puas dengan satu alat musik saja, ia juga mencoba menggali ilmu bermain gitar. Tahun 2004 mengawali perkenalannya dengan dunia hiburan malam alias clubbing. Bermula dari intensitas kunjungannya ke club malam yang begitu sering bersama teman-teman, DJ Schizology mulai mendapat wawasan baru tentang musik. Pergaulan yang amat luas di club pun membawa ia bertemu dengan komunitas-komunitas baru.

Keingintahuannya tentang alat musik kembali muncul ketika ia mulai memerhatikan permainan DJ yang ada di club dengan alat yang jarang dimainkan orang awam. Penasaran bagaimana bisa seorang DJ membuat satu club bergoyang bersama, secara otodidak ia mempelajari alat musik baru tersebut sampai benar-benar menguasai dan akhirnya menjadikan disk jockey sebagai profesi sambilan.

 

Halo DJ Schizology, gimana kabarnya? Hiphopindo.NET sedikit mau tanya-tanya tentang
profesi yang dijalani sekarang sebagai seorang DJ.

My pleasure to answer.

Awalnya belajar nge-DJ di mana?

Belajar DJ-nya otodidak sih, dengan ngintip DJbooth teman-teman yang waktu itu sudah handal main alat DJ. Orang pertama yang mengenalkan gue sama yang namanya alat DJ (CDJ+mixer), namanya DJ Sixteen.

Setelah tahu, baru mulai belajar basic dasar dari seni nge-DJ, yaitu “Beatmatching”. Sudah khatam dengan Mixing, gue dikenalkan dengan DJ Odotto. Nah, dengan dialah gue berguru sekaligus expand my ability dengan belajar berbagai teknik lainnya.

Pertama kali belajar nge-DJ, pakai Turntable atau CDJ?

Pertama kali pakai CDJ karena merupakan alat yang paling praktis dipakai. Kalau Turntable, gonna have to put more effort such as collecting vinyls yang agak susah didapat di Indonesia, dan Turntable itu dipakai zaman dulu, hanya certain master yang bisa cara pakainya. He he he.

Untuk DJ Schizology sendiri, lebih percaya diri menggunakan alat apa saat perform?

Saat ini, sangat comfortable dengan a pair of Turntable, 1 sound interface, 1 midi controller, and a battle mixer. Kenapa? Karena gue butuh setup yang mengutamakan flexibility dan simplicity, tapi bisa menghasilkan sesuatu yang maksimal. Untuk alat-alat di atas, sudah sangat cukup represent what I want.

Status DJ Schizology saat ini residence DJ atau by event?

Sekarang sih, I’m a 100% freelance DJ. Been a resident DJ before, sekarang gue mau coba tantangan baru jadi freelance DJ, going to a new places, meeting new crowds, and different challenge.

Kapan dan di mana aja perform-nya?

Yang pasti every weekend. Di mana? He he he. Di mana-mana!

Pasti jadwal weekend-nya full book, nih. Dapat koleksi-koleksi lagu untuk perform dari mana?

Pertama, pastinya sharing from another friend -sesama DJ-, dan download! Baik itu dari situs yang resmi, maupun tidak resmi.


Sudah 6 tahun mendalami dunia disc jockey, tentunya bisa menguasai berbagai teknik. Teknik apa aja yang dikuasai DJ Schizology?

Rata-rata teknik yang gue kuasai itu teknik dasar yang sudah ada, seperti Mixing, Beat Matching, Scratching, Juggling, Chopping, etc. Cuma, gue lakukan pengembangan sendiri dari bentuk-bentuk dasar tadi yang jadinya schiz style, my technique.

Merasa punya kelebihan dibanding DJ lain?

Setiap DJ harus punya their own style. Mine, I like to make people surprised. Gue suka menciptakan sesuatu yang unik, bervariasi dalam mixing, dan mengolah teknik baru yang hopefully belum pernah ada yang lakukan sebelumnya. Mungkin ini bisa dibilang salah satu kelebihan juga 🙂 The rest is up to the crowds to judge.

Salut dengan orang yang selalu memanfaatkan kesempatan untuk berinovasi seperti DJ Schizology. Well, saat ini banyak genre baru yang hadir meramaikan industri musik. Di dunia DJ sendiri, genre apa aja yang ada?

Banyak banget, tapi yang paling dominan dan recognizable buat orang awam di Indo’s Dance Scene is House Music dan RnB Hip-Hop music. House Music sendiri terbagi ke berbagai macam sub-genre. Begitu juga dengan RnB Hip-Hop.

And, you’re favourite?

I love R&B.

Kenapa sih senang banget nge-DJ?

Karena gue nggak bisa dance! Lol. But, I just love making people dance by seeing the crowds dancing & partying hard by the tunes that I created. Itu kepuasan tersendiri buat gue.

Sudah pernah buat album sendiri atau kompilasi?

Puji Tuhan, sudah tercapai. The first official mixtape album di Indonesia dirilis tahun 2007 oleh Universal Music Indonesia dengan nama “INVASION” was made by me. Itu pencapaian yang cukup membanggakan untuk gue 🙂

DJ idola?

Internasional: DJ. AM (R.I.P) dan DJ. Jazzy Jeff.

Lokal: DJ. Cream, DJ. Ethnic, CRONIK, Boim Ghetto, dan DJ. Stan.

Bagaimana menurut DJ Schizology, perkembangan profesi disk jockey alias DJ yang cukup banyak diminati kawula muda saat ini?

Sangat sangat sangat sangat pesaaat! Gokil, banyak banget DJ sekarang.
Dari yang gue kenal, sampai yang nggak pernah gue denger namanya atau lihat mainnya.

Setuju nggak dengan banyaknya DJ baru yang bermunculan?

Membanggakan di satu sisi. Artinya, profesi ini mulai menjadi mayoritas idola anak muda.
Namun, memprihatinkan di sisi yang lain karena seiring dengan bertumbuhnya minat, sayangnya tidak dibarengi dengan bertumbuhnya kualitas.

Sorry to say, dari 10 orang yang mau jadi DJ, gue rasa, 3 dari mereka karena passion, yang 7 sisanya karena ingin dapat peningkatan status sosial aja. Jadi DJ sekarang gampang, tinggal kursus dan yang penting bisa mixing, download lagu, lalu main di club. Dibayar profit sharing terus juga nggak masalah, yang penting exist!

Apa kegiatan selain nge-DJ?

Nongkrong pastinya. Ha ha ha. Kalau lagi free time, yang pasti latihan. Practice never end! Gue punya sedikit kelebihan di bidang elektronik, gue doyan ngulik. Hobi ngulik itu akhirnya jadi kerjaan office hour gue untuk Soul Menace Label & Talent Agency (tempat gue bernaung as a performer juga) mengisi posisi di IT department.

Ada keinginan untuk menjadikan profesi DJ sebagai profesi utama?

Profesi utama gue adalah musisi. And yes, I wanna live through music, being a musician. DJ adalah salah satu bentuk implementasi dari profesi utama gue 😉


Pernah ngerasa lelah nggak dengan profesi DJ?

 

Lelah itu kata-kata yang hanya muncul bagi orang yang tidak menikmati pekerjaan dan hasilnya.
If you love what you do, if you do what you love, there is no such thing like tired.

Sebelum berakhir, ada pesan yang ingin disampaikan untuk DJ di Indonesia?

Dear my fellow DJ’s colleague’s…
Whatever u want or tryin to do as a DJ, put your heart in it.
Apa yang datang dari hati, pasti sampai juga ke hati.

With all my heart,

-scHz-

Sample Lagu bisa preview di : www.soundcloud.com/schizology

Follow: @schizology

Comments

comments

DJ INDONESIA

Leave a Reply

*