Bernhard Suryaningrat, Jagoan Graffiti Asal Depok Pernah Digebukin Orang Mabok

Bernhard-Suryaningrat
bisnis online

Bernhard Suryaningrat, seniman graffiti yang juga dikenal sebagai @hardthirteen, mengaku sedang sibuk dengan bisnis, pekerjaan design, dan tentu saja dunia graffitinya. Cowok lulusan Design Grafis ini mengatakan bahwa graffiti telah menjadi bagian dalam hidupnya. “Seneng aja sih, kalau graffiti kan pakai cat gitu, jadi ngerasa bebas aja pas gambarnya, beda sama kalau pakai kuas hehe.”ungkapnya.

Menilik perjalanannya sebagai pelaku graffiti, Bernhard rupanya telah menyukai teknik menggambar ini sejak sekitar tahun 2005, walaupun pada awalnya hanya berupa graffiti tulisan, karena melihat beberapa temannya yang sudah lebih dulu menggambar. Rasa penasarannya mengenai dunia graffiti dirasakannya setelah terinspirasi dengan salah satu buku yang diberikan oleh temannya, di mana di buku itulah dia mulai mengenal teknik menggambar graffiti portrait realism.

Graffiti-Bernhard-Suryaningrat

Teknik-Menggambar-Portrait-Realism-Graffiti Source: Instagram @hardthirteen

Kenyamanan dengan dunia graffiti yang berbasis Hip Hop ini membuatnya enggan menerima tawaran pekerjaan yang sudah membanjirinya. “Kalau freelance aja oke lah, kan bisa by email. Tapi kalau yang serius gitu belum kepikiran sih.”jawabnya saat ditanya tentang rencana kelanjutan karier. Selain itu, percaya atau tidak, cowok yang mengaku sangat susah bangun pagi ini merasa pada awalnya dirinya sama sekali tidak berbakat dalam menggambar graffiti. “Gue kan basicnya gambar pake pensil, jadi ngerasa susah di graffiti. Tapi yaudah, belajar terus.”ujarnya.

Memperbanyak jam terbang juga menjadi salah satu siasatnya untuk mendalami teknik menggambar graffiti. “Nanti bakal ke asah sendiri, kok. Walaupun udah lama gambar tapi ngelakuinnya setahun sekali dua kali sama aja. Untuk dapetin satu teknik ya lo lakuinnya berulang-ulang.”ucapnya.

Graffiti-Bernhard-Suryaningrat

Teknik-Menggambar-Portrait-Realism-Graffiti Source: Instagram @hardthirteen

Sharing dengan teman sesama pelaku graffiti merupakan hal yang penting bagi Bernhard, yang mengaku hanya belajar graffiti secara otodidak. Tidak hanya karena menggambar bersama teman lebih seru, tetapi ternyata sebagian besar teknik menggambar yang didapatnya berasal dari sharing dengan teman-teman komunitasnya, sebab katanya pelajaran di kampusnya pun hanya mengajarkan basic saja. “Yang dia ga bisa gue kasih tau, begitu juga sebaliknya. Makanya sampe sekarang komunitas gue banyak sih, soalnya kalau ada beberapa crew yang udah jarang gambar terus gue ketemu temen baru, gue bikin komunitas baru deh. Fleksibel aja gitu.”ujarnya.

Dalam mendalami passionnya ini pun Bernhard sempat merasa kecewa dalam beberapa hal. Seperti misalnya, seni graffiti yang kurang dilihat orang beberapa tahun silam. “Tapi sekarang udah engga sih. Malah banyak company yang ngajak kerja sama.”katanya. Tak hanya itu, Bernhard juga kerap kali gemas dengan perilaku beberapa oknum pelaku graffiti yang suka secara asal mencoret-coret gambar yang sudah susah payah dibuatnya. “Kalau mau coret, ya coretnya biar jadi lebih bagus dari gambar aslinya lah. Kan kalau gitu gue jadi seneng, hehe.”ujarnya sambil senyam-senyum.

Graffiti-Bernhard-Suryaningrat

Source: Instagram @hardthirteen

Di samping itu, tentunya cowok lulusan SMK grafika teknik cetak mencetak yang selalu dapat nilai paling bagus di jurusan Design Grafisnya ini juga punya berbagai pengalaman unik di dunia graffiti. Salah satunya adalah pengalamannya dipukuli orang mabuk saat dia sedang menggambar graffiti. “Iya, gue lagi gambar terus tiba-tiba dia dateng bilang ‘eh lo anak mana lo’, eh digebukin deh gue. Padahal ada temen gue yang punya toko yang lagi gue gambar juga disitu. Yaudah gue lari, barang gue tinggal semua. Eh besoknya hilang haha.”kenangnya. Waduh agak seram juga ya, bang Bern!

Tak hanya itu, cowok yang sering dapat first impression dari teman-temannya sebagai sosok yang cool itu juga punya pengalaman sama Satpol PP. “Jadi gue lagi gambar di depan Citos. Baru selesai setengah ada Satpol PP. Terus gue dipanggil, ditanyain surat izinnya. Gue bingung kan surat izin apaan. Terus dia bilang ‘yaudah bikin disini aja.’ Yaudah gue kasih duit aja. Terus kelar deh haha.”curhatnya.

Graffiti-Bernhard-Suryaningrat-Sepatuduatiga-Store

Beberapa-Koleksi-Graffiti-Berhard-di-Store-Sepatuduatiga

Di luar kemasannya yang terkesan ‘selengean’, Bernhard merupakan salah satu seniman Hip Hop tanah air yang tentunya juga ingin dunia Hip Hop Indonesia, terutama graffiti, semakin baik ke depannya. Untuk persoalan generasi muda yang kerap kali takut untuk mendalami passionnya, Berhard punya solusinya sendiri. “Lakuin sebebas lo.

Dengan ngelakuin hal yang lo suka, pasti bisa berkembang sendiri kok.”ujarnya. Selain itu ikut komunitas juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan baginya. Intinya, Berhard mengusulkan untuk tidak merasa minder sama yang dirasa sudah lebih mahir. “Lo datang, main, gue bakal sharing kok. Masa iya gue yang nawarin, entar gue jadi sotoy.”tambahnya.

Buat yang memang tertarik sama dunia graffiti, boleh banget langsung dateng buat belajar. Gimana?

 

Comments

comments

GRAFFITI INDONESIA

Leave a Reply

*